Episode-1
“Ah! Musim semi seperti ini enaknya minum soju, lalu memanggang daging di atap unit Sera!”
"Tentu saja!”
“Aigoo! Sudah ku bilang aku tak meminum soju!”
“Ah, alasanmu selalu begitu,”
“Kamu tidak seru!” Pekik Min Hyuk.
“Kalau tidak seru, kenapa kamu mau berteman denganku?” Tanyaku sinis.
“Ah, aku hanya bercanda. Maafkan aku!” Min Hyuk melebarkan bibir tipisnya bersamaan dengan matanya yang kian menyipit.
“Sae Ra? Aku main ke unitmu bukan untuk meminum soju. Tapi ingin melihat pria tampan yang ada di bawah tangga tempat tinggalmu!”
“Uhuk!” Seketika aku tersedak oleh minuman soda yang baru saja mengalir di tenggorokanku. Mi Rae memang masih saja ingat dengan orang itu. Padahal, aku sendiri yang dekat dengan unit yang Mi Rae maksud tak mengenal siapa orang yang berada di dalamnya.
“Ayolah, Sae Ra.. Ajak kami ke sana, ya?” lagi-lagi bayi besar itu merengek.
“Iya, Sae Ra. Apa kau tidak ingin merayakan kesuksesan kita setelah selesai menghadapi ujian?” Tambah Min Hyuk, yang membuat diriku tak percaya mengapa harus mempunyai teman-teman seperti ini.
“Ne.. ne.. ne.. tapi, panggang daging sapi saja, jangan daging yang aromanya bau setiap kali kalian makan! Setuju?”
“Yeaaay! Let’s goo!” Mereka berdua berlari bagai anak kecil yang baru saja merengek meminta ice cream lalu sang Ibu mengabulkannya.
Ya.. artinya mereka setuju untuk memakan daging sapi saja di unitku. Padahal daging sapi di kulkas ku sendiri sudah habis tiga hari yang lalu. Tak apalah, mungkin mereka terpaksa hanya memakan mie ramen pedas.
“Hei! Tunggu aku!” Teriakku sambil tersenyum geli membayangkan mereka memakan mie ramen.
-bersambung….:)
“Ah! Musim semi seperti ini enaknya minum soju, lalu memanggang daging di atap unit Sera!”
"Tentu saja!”
“Aigoo! Sudah ku bilang aku tak meminum soju!”
“Ah, alasanmu selalu begitu,”
“Kamu tidak seru!” Pekik Min Hyuk.
“Kalau tidak seru, kenapa kamu mau berteman denganku?” Tanyaku sinis.
“Ah, aku hanya bercanda. Maafkan aku!” Min Hyuk melebarkan bibir tipisnya bersamaan dengan matanya yang kian menyipit.
“Sae Ra? Aku main ke unitmu bukan untuk meminum soju. Tapi ingin melihat pria tampan yang ada di bawah tangga tempat tinggalmu!”
“Uhuk!” Seketika aku tersedak oleh minuman soda yang baru saja mengalir di tenggorokanku. Mi Rae memang masih saja ingat dengan orang itu. Padahal, aku sendiri yang dekat dengan unit yang Mi Rae maksud tak mengenal siapa orang yang berada di dalamnya.
“Ayolah, Sae Ra.. Ajak kami ke sana, ya?” lagi-lagi bayi besar itu merengek.
“Iya, Sae Ra. Apa kau tidak ingin merayakan kesuksesan kita setelah selesai menghadapi ujian?” Tambah Min Hyuk, yang membuat diriku tak percaya mengapa harus mempunyai teman-teman seperti ini.
“Ne.. ne.. ne.. tapi, panggang daging sapi saja, jangan daging yang aromanya bau setiap kali kalian makan! Setuju?”
“Yeaaay! Let’s goo!” Mereka berdua berlari bagai anak kecil yang baru saja merengek meminta ice cream lalu sang Ibu mengabulkannya.
Ya.. artinya mereka setuju untuk memakan daging sapi saja di unitku. Padahal daging sapi di kulkas ku sendiri sudah habis tiga hari yang lalu. Tak apalah, mungkin mereka terpaksa hanya memakan mie ramen pedas.
“Hei! Tunggu aku!” Teriakku sambil tersenyum geli membayangkan mereka memakan mie ramen.
-bersambung….:)
Komentar
Posting Komentar