Langsung ke konten utama

Unit 009

                        Episode-1 
            “Ah! Musim semi seperti ini enaknya minum soju, lalu memanggang daging di atap unit Sera!”
"Tentu saja!”
Aigoo! Sudah ku bilang aku tak meminum soju!”
“Ah, alasanmu selalu begitu,”
“Kamu tidak seru!” Pekik Min Hyuk.
“Kalau tidak seru, kenapa kamu mau berteman denganku?” Tanyaku sinis.
“Ah, aku hanya bercanda. Maafkan aku!” Min Hyuk melebarkan bibir tipisnya bersamaan dengan matanya yang kian menyipit.
“Sae Ra? Aku main ke unitmu bukan untuk meminum soju. Tapi ingin melihat pria tampan yang ada di bawah tangga tempat tinggalmu!”
“Uhuk!” Seketika aku tersedak oleh minuman soda yang baru saja mengalir di tenggorokanku. Mi Rae memang masih saja ingat dengan orang itu. Padahal, aku sendiri yang dekat dengan unit yang Mi Rae maksud tak mengenal siapa orang yang berada di dalamnya.
“Ayolah, Sae Ra.. Ajak kami ke sana, ya?” lagi-lagi bayi  besar itu merengek.
“Iya, Sae Ra. Apa kau tidak ingin merayakan kesuksesan kita setelah selesai menghadapi ujian?” Tambah Min Hyuk, yang membuat diriku tak percaya mengapa harus mempunyai teman-teman seperti ini.
“Ne.. ne.. ne.. tapi, panggang daging sapi saja, jangan daging yang aromanya bau setiap kali kalian makan! Setuju?”
“Yeaaay! Let’s goo!” Mereka berdua berlari bagai anak kecil yang baru saja merengek meminta ice cream lalu sang Ibu mengabulkannya.
            Ya.. artinya mereka setuju untuk memakan daging sapi saja di unitku. Padahal daging sapi di kulkas ku sendiri sudah habis tiga hari yang lalu. Tak apalah, mungkin mereka terpaksa hanya memakan mie ramen pedas.
            “Hei! Tunggu aku!” Teriakku sambil tersenyum geli membayangkan mereka memakan mie ramen.



-bersambung….:)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

AJARKAN AKU SHALAT Oleh : Rima Aryandini Hangatnya mentari pagi seakan melambai ke segala penjuru, tak terkecuali para murid yang juga ikut merasakan keramahannya. Semua orang tentunya mempunyai kesegaran dan semangat yang melengkapi pagi hari, terkecuali dia. Rinda. Gadis urakan, dengan rambut yang kumal nampak tak pernah menyentuh sisir selama beberapa hari. Wajahnya yang cantik namun tak terlihat menarik karena kusam yang memenuhi seluruh permukaan wajah, tubuhnya tinggi semampai, tapi baju yang ia kenakan tak pernah terlihat pantas dan rapih. "Kamu gak mandi ya, Rin?" Ia menggeleng seraya menatap tihang bendera yang berdiri dengan tegap. "Uhmm ... " Yuni mempersempit lubang hidungnya dengan pijatan kedua jari. "Yuni! Kamu masuk!" Keduanya menoleh saat guru BK yang menghukum mereka melangkah ke arah lebih dekat. "Kok, hanya saya?" "Sudah, masuk!" wanita berjilbab segi empat itu menunjuk ruangan kelas yang se...